Monday, 2 May 2016

ikhlas..

wirJO SOEMarto... Menyambung cerita "dont ever think to want to be someone else" yang lalu tentang menjadi diri sendiri mudah apa tidak, tergantung pada diri kita sendiri. Langkah yang pertama adalah ikhlas.

Ikhlas disini memiliki artian untuk menerima diri kita apa adanya.

Hal yang harus di tegaskan di sini adalah pasrah tidak selalu memiliki konteks yang negatif. Pasrah bisa mengandung makna berserah diri. Dan berserah diri dekat sekali hubungannya dengan sikap ikhlas. Prinsip menerima apa adanya mengandung makna ikhlas ketika seseorang yakin akan kekuasaan Allah dan senantiasa berprasangka baik terhadap kehendak-Nya. Arti menerima apa adanya di sini lebih erat hubungannya dengan makna mensyukuri. Menerima apa yang telah Allah gariskan dan takdirkan untuk kita. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, tidak semuanya sama.

Tuesday, 26 April 2016

don't ever think to want to be someone else


wirJO SOEMarto... Jadilah diri sendiri, jika kita belajar untuk menerima diri kita, dengan cara melihat sisi kebaikan yang sama jelasnya dengan sisi yang kurang baik, maka otomatis kita akan sibuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk meraih cita-cita kita. Kemungkinan kita tidak akan punya banyak waktu dan perasaan khawatir.


Wednesday, 20 April 2016

ldr - lonG distance relationshiP


wirJO SOEMarto... Menjalin cinta dengan kekasih yang berada di dekat kita, adalah hal biasa. Kita bisa sering bertemu dan bertatap muka. Bisa langsung mengetahui keadaan si dia, melihat ekspresi wajah, senyum manis, dan gerak tubuhnya secara langsung. Kita bisa pergi bersama untuk membina keakraban. Namun akan lain ceritanya jika kekasih atau pasangan kita berada jauh dari tempat tinggal kita dan tidak bisa bertemu seintens jika jarak tak lagi memisahkan. Demikian juga dengan keadaan pasangan suami istri yang terpisah oleh jarak yang membentang, mungkin karena alasan pekerjaan, tugas dinas, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan sesuatu yang berbeda.

LDR atau Long Distance Relationship tak bisa dihindari sering terjadi di antara kita. Jalinan cinta jarak jauh ini mewarnai kisah cinta umat manusia, meski tidak semua orang mengalaminya. Beberapa pasangan mungkin akan kesulitan membina hubungan cinta yang serius atau menjalani kehidupan rumah tangga dengan orang yang berada jauh dari kita. Mungkin terpisah gunung, lembah, laut, bahkan samudera. Jarak yang membentang memisahkan dua insan yang saling mencinta. 
Cinta pun terpendam dalam dada.

Jika jarak memisahkan, apakah itu menjadi penghalang bersatunya dua hati yang saling mencintai? Tentu tidak! Banyak pasangan yang telah membuktikan keseriusan cintanya, sehingga meskipun jarak memisahkan, meskipun hidup di pulau bahkan benua yang berbeda, mereka bisa memperjuangkan cintanya hingga ke pelaminan.

Kenapa mau dengan si dia yang jauh? Kenapa tidak dengan yang dekat saja (tempat tinggalnya)? Begitu pertanyaan yang sering saya dengar. Habis harus bagaimana lagi… ketemunya yang jauh, ☺☺☺.. Kalau hati sudah klik (cocok dan yakin) maka jarak yang jauh tidak akan menjadi masalah. Betul nggak?

Apakah tidak ada masalah jika kita membina hubungan cinta jarak jauh? Tentu banyak masalah yang akan timbul. Bertengkar, cemburu, curiga, kangen dsbnya, merupakan bumbu dalam sebuah proses menjalin hubungan yang serius. Bahkan kalau kangen bisa sampai demam karena tidak bisa langsung bertemu. Demam yang ini jelas sekali penyebabnya, yakni nyamuk malarindu. 

LDR bisa bertahan memang dengan mengandalkan kepercayaan. Percaya bahwa si dia akan setia dan sungguh-sungguh dalam menjalin hubungan sampai bisa bersatu. Itu semua bisa terjadi jika kita memiliki komitmen yang kuat dengan pasangan kita. Komitmen itu pun bisa terbentuk karena adanya cinta yang tulus, kesamaan tujuan ke depan dan saling pengertian. Pengertian akan keadaan masing-masing dan saling menerima apa adanya. Dan nantinya salah satu harus ada yang mau mengalah untuk meninggalkan kampung halaman, karena tidak mungkin setelah menikah tinggalnya di dua kota yang berjauhan secara bergantian.

Apa pun yang menjadi penghalang, jika kita dan si dia sudah memiliki tekad yang kuat untuk berjuang bersama membina rumah tangga dengan mengharap ridlo dan pertolongan-Nya, pasti semua bisa diatasi. Jika kita harus bertengkar karena salah paham, pasti tidak akan sampai berpisah. Untuk itu, komunikasi yang baik harus selalu dipelihara agar semua masalah yang ada bisa dibicarakan  dan dicarikan solusi bersama.

Yang tidak boleh kita lakukan adalah berkhianat! Ah, tapi kan si dia jauh…!!! Tidak mungkin tahu jika kita selingkuh. Dia mungkin tidak tahu, tapi Tuhan Maha Tahu. Kita mungkin bisa membohongi pasangan kita, tapi kita tidak mungkin bisa membohongi hati nurani kita sendiri. Apakah jika kita tidak jujur dengan pasangan kita, dia layak mencintai kita? Atau kita ini layak untuk dicintai? Menyakiti hati secara sengaja orang yang dengan tulus mencintai kita sangatlah tidak terpuji. Untuk itu, kejujuran masing-masing pasangan sangat dibutuhkan.

Ada hal lain yang juga sangat penting agar LDR itu bisa langgeng sampai ke jenjang pernikahan, yakni restu kedua belak pihak orang tua. Ini sangat penting karena akan menjadi dukungan moril yang utama, karena kita hidup saling berjauhan dengan pasangan kita yang tentunya berbeda adat, budaya, kebiasaan, dllsb. Jika dari awal saja orang tua tidak merestui, tentunya jarak yang jauh akan semakin jauh dan seakan tak akan pernah terjangkau.

LDR, meski jauh di mata, namun dekat di hati. “Itu yang namanya cinta”, demikian kata teman saya. Cinta memang tidak memandang jarak dan waktu. Paling tidak itu cinta sederhana yang bisa kita miliki. Cinta yang seolah bisa menembus batas ruang yang memisahkan dua hati. Cinta yang layak kita perjuangkan untuk kebahagiaan hidup di dunia ini, dan ladang untuk meraih kebahagiaan di akhirat nanti.

dedicate 2 my love..




Tuesday, 12 April 2016

aku atau kau


wirJO SOEMarto... Hidupmu adalah sungai yang terus mengalir. Dari hulu kelahiranmu, kamu mengalir menuju masa muda yang segar dan mengendarai arus kebahagiaan melewati masa-masa yang menakjubkan di bumi. Palung sungai penuh dengan kenangan indah dan pendar dari momen-momen yang tidak terlupakan. Di usia senjamu, kamu mengalir menuju danau yang tenang. Di sinilah kamu menemukan kedamaian dan matahari terbenam!

Wednesday, 30 March 2016

akhir untuk sebuah awal..

Hasil gambar untuk gambar bulan

wirJO SOEMarto... Malam semakin larut. Dan tubuh malam diselimuti jubah hitam yang pekat. Aku terbaring lesu, serasa ta mampu untuk membuka mataku dengan sempurna. Ku tatap sekeliling, sepi..

Tidak ada seseorangpun disana. Malam yang merangkak mengiringi rasa sepiku, rasa yang selama ini tersimpan. Tenggorokan kering, ingin rasanya ku teguk segelas air minum, tapi apalah daya, ku tak bisa menggapainya dan tak seorangpun membantuku untuk mengambilkan air itu.

Perlahan aku mulai terhanyut dan surut. Tak kuasa untuk melakukan apapun, dengan hati mencoba untuk menerima, aku ikhlas untuk tumbang dalam perjalanan ini. Kejadian demi kejadian menuntutku untuk selalu berdamai dengan waktu, namun kenyataanlah yang datang memaksa merelakan segalanya. Melepas erat luka dalam genggaman, aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, "Masih adakah kebahagiaan baru yang akan tercipta nanti ?"

Tak ada satupun orang yang datang. Dan tak ada satupun yang rela menemani dan menghabiskan waktu untuk menghibur. Entahlah, aku tak tahu apa yang salah dalam hidup ini. Mengapa Tuhan ciptakan cobaan yang berat untuk dilalui. Saat aku berusaha untuk tidak mengenangnya, otakku selalu berontak untuk mengingatnya lebih banyak. Padahal, aku hanya ingin melepaskan segalanya hingga tiada tersisa luka ini.

Mungkin kali ini aku harus menjadi pengangguran, untuk berhenti memikirkan segalanya. Aku harus bertahan, melangkah dan membenahi segala yang masih tersisa dan tertinggal dan masih bisa untuk dibenahi. Tuhan tidak akan membiarkanku berjuang sendirian. Walaupun rasanya sulit, masih ada rindu, tawa dan cinta yang akan setia menjadi teman. Semaraknya resah gelisah ini akan terhapus bersama hilangnya rasa sakit yang aku rasakan. Aku masih ingin bermimpi yang panjang dan mengajak hiasan mimpi untuk menjadi kenangan. Meski aku harus menahan duka yang merindu, namun aku masih percaya semua akan membawa tawa, meski tidak sekarang.

Masih adakah luka berat yang akan singgah di kehidupanku ? Petikan sendu angin malam membawaku untuk berpikir lebih jauh untuk melepaskan segalanya. Meskipun mereka semua anggap hanyalah keping dari ketololan hidup, aku sudah menerimanya dengan ikhlas. Biarlah berlalu dihempas oleh angin malam, agar semua berlalu dan hilang tanpa ada lagi kenangan yang tersisa dan tak layak untuk dikenang. 

Duduk sendiri, menyepi di tempat yang sepi adalah solusi yang baik saat kebisingan dunia tak lagi bersahabat dengan baik. Bagaimanapun deru derita yang pernah melaju akan hilang dan takkan bergema. Derunya akan mati hilang ditelan masa.

Jika aku pernah merasakan ini sebelumya. Aku akan semakin tertempa untuk bangkit dan beranjak dari cerita lama. Tenang.. rasa takut itu tidak selalu menawarkan kesedihan. Rasa takut itu sudah lama meninggalkanku. Meninggalkanku dalam gigil dan pengapnya dunia sepanjang sisa waktu malam yang beradu.

Malam terlalu baik untuk memeluk hening. Dan sementara malam akan terus berlalu tanpa meminta dan pamit sebelum ia berlalu. 

Kesunyian itu seakan sirna. Hilang bersama derasnya angin fajar yang datang mendekat. Sesaat ku tersadar, ini adalah bagian cerita untuk awal kehidupan yang akan terus melaju dengan segala harapan-harapan mulia yang masih tersisa. Redup cahaya lampu menjadi saksi untuk akhir cerita yang tak ingin terulang dalam sisa nafasku. Cerita ini akan bergulir, hingga malam tak lagi datang dan matahari tak lagi bersinar. 

Aku kembali larut dalam kepingan mimpi-mimpi yang sudah tertulis, meski detik berlalu terasa menyebalkan, namun awal langkah baru ini akan menjadi sebuah catatan, sebuah catatan perjuangan.

Kali ini, langkahku harus berpindah dengan masa yang lebih indah. Aku berharap suasana awal perjalanan ini akan berpindah menjadi kenyataan yang lebih baik dan cerita bahagia. Titik kecemasan semoga menjadi akhir dari segalanya, masa depan masih menyimpan kejutan. Aku putuskan untuk pergi, pergi dari bayang-bayang semu yang menghalangi segala impian. Meski harus kembali, aku akan hadir dengan perasaan yang nyata, bukan perasaan yang dulu. Berpindah, adalah keputusan akhir yang menjadi awal untuk memulai segalanya. Dan menutup lembar demi lembar masa lalu, adalah awal untuk akhir yang tak perlu lagi disesali.

Karena semua ada masanya, aku ingin awal yang nyata, bukan khayalan dan harapan yang kosong tak bernama.. 


Monday, 28 March 2016

kembali ke PanGkuan ibu Pertiwi


Hasil gambar untuk gambar bintang bersinar
akhirnya aku kembali ke pangkuan ibu pertiwi..
setelah 17 tahun malang melintang..
melawan derasnya arus kehidupan..
aku kembali..
untuk mengabdi sepenuhnya buat ibu pertiwi..

aku ingin berbakti..
aku ingin pula memberikan yang terbaik..
buat..
ibu pertiwi..

salam..
(wirJO SOEMarto)


Monday, 21 March 2016

coretan paGi

wirJO SOEMarto... Salah satu sifat manusia tercela dan sangat berbahaya adalah dengki. Penyakit dengki tidak hanya buruk bagi pelakunya, tetapi juga berbahaya bagi orang lain.

Bagi pelaku, dengki menjadikan sikap iri hati dan benci terhadap orang yang menjadi obyek kedengkiannya. Jiwa pendengki itu selalu menderita dan resah karena tidak pernah merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia.

Pendengki juga sering kali gagal mensyukuri nikmat, karena nikmat yang didapat orang lain, menurutnya lebih pantas diterimanya. Pendengki cenderung egois karena merasa dirinyalah yang paling pantas mendapat kenikmatan.

Dengki sangat berbahaya bagi sang pelaku karena dapat menghanguskan amal kebaikan.

Sebagai akhlak tercela, dengki dapat menjerumuskan pelaku kepada perbuatan yang lebih hina dan tidak berperikemanusiaan. Misalnya, pendengki dapat saja memusuhi bahkan membunuh orang lain yang menjadi rivalnya.

Pendengki selalu tidak rela dan tidak senang melihat orang lain senang, sebaliknya pendengki senang melihat orang lain susah dan menderita. Seolah-olah kenikmatan dan kebahagiaan itu hanya miliknya sendiri.

Dengki merupakan senjata yang sering digunakan setan untuk memprovokasi manusia agar saling bermusuhan, membenci, dan mendendam satu sama lain.
Permusuhan karena dengki tidak jarang melibatkan kekuatan tertentu, misalnya, dukun santet atau tukang teluh untuk menyerang dan menghabisi lawan bisnis atau politik yang didengkinya.

Pilar kufur itu ada empat, yaitu takabur (sombong/arogan), dengki, marah dan syahwat. Takabur menghalangi pelakunya bersikap patuh.

Dengki menyebabkan tidak mau menerima dan memberi nasihat. Marah menjadi penyebab berlaku tidak adil. Sedangkan, syahwat menjadi penghalang fokus dalam beribadah.

Penyebab penyakit dengki itu ada tiga, yaitu kebencian, ketidakberdayaan dan kemurkaan. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan pendengki.

Sedemikian bahayanya hingga kejahatan pendengki itu diparalelkan dengan kejahatan tukang sihir dan kejahatan yang biasa dilakukan di malam hari.

 

Ada 10 tips penangkal bahaya dengki dan para pendengki

  1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
  2. Bertakwa kepada-Nya dengan senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Bersabar dalam menghadapi pendengki dengan tidak mengeluh.
  4. Bertawakal kepada Allah SWT dengan menyerahkan segala persoalan, termasuk perbuatan pendengki, kepada-Nya.
  5. Mengosongkan hati dan pikiran dari sifat dengki.
  6. Selalu menerima ketetapan Allah SWT dengan ikhlas dan menjadikan cinta dan ridha-Nya di atas segala-galanya.
  7. Bertaubat hanya kepada Allah dari segala dosa.
  8. Memperbanyak sedekah dan berbuat baik semaksimal mungkin.
  9. Memadamkan api dengki dengan berbuat baik kepada sang pendengki.
  10. Memurnikan tauhid dengan senantiasa meyakini bahwa yang dapat mendatangkan manfaat dan bahaya hanyalah Allah SWT.

Di atas semua itu, kedengkian negatif tersebut perlu ditransformasi menjadi dengki yang positif berupa iri hati yang konstruktif dan futuristik seperti iri hati terhadap kedermawanan, kealiman, kebajikan dan keadilan orang lain.