Wednesday, 30 March 2016

akhir untuk sebuah awal..

Hasil gambar untuk gambar bulan

wirJO SOEMarto... Malam semakin larut. Dan tubuh malam diselimuti jubah hitam yang pekat. Aku terbaring lesu, serasa ta mampu untuk membuka mataku dengan sempurna. Ku tatap sekeliling, sepi..

Tidak ada seseorangpun disana. Malam yang merangkak mengiringi rasa sepiku, rasa yang selama ini tersimpan. Tenggorokan kering, ingin rasanya ku teguk segelas air minum, tapi apalah daya, ku tak bisa menggapainya dan tak seorangpun membantuku untuk mengambilkan air itu.

Perlahan aku mulai terhanyut dan surut. Tak kuasa untuk melakukan apapun, dengan hati mencoba untuk menerima, aku ikhlas untuk tumbang dalam perjalanan ini. Kejadian demi kejadian menuntutku untuk selalu berdamai dengan waktu, namun kenyataanlah yang datang memaksa merelakan segalanya. Melepas erat luka dalam genggaman, aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, "Masih adakah kebahagiaan baru yang akan tercipta nanti ?"

Tak ada satupun orang yang datang. Dan tak ada satupun yang rela menemani dan menghabiskan waktu untuk menghibur. Entahlah, aku tak tahu apa yang salah dalam hidup ini. Mengapa Tuhan ciptakan cobaan yang berat untuk dilalui. Saat aku berusaha untuk tidak mengenangnya, otakku selalu berontak untuk mengingatnya lebih banyak. Padahal, aku hanya ingin melepaskan segalanya hingga tiada tersisa luka ini.

Mungkin kali ini aku harus menjadi pengangguran, untuk berhenti memikirkan segalanya. Aku harus bertahan, melangkah dan membenahi segala yang masih tersisa dan tertinggal dan masih bisa untuk dibenahi. Tuhan tidak akan membiarkanku berjuang sendirian. Walaupun rasanya sulit, masih ada rindu, tawa dan cinta yang akan setia menjadi teman. Semaraknya resah gelisah ini akan terhapus bersama hilangnya rasa sakit yang aku rasakan. Aku masih ingin bermimpi yang panjang dan mengajak hiasan mimpi untuk menjadi kenangan. Meski aku harus menahan duka yang merindu, namun aku masih percaya semua akan membawa tawa, meski tidak sekarang.

Masih adakah luka berat yang akan singgah di kehidupanku ? Petikan sendu angin malam membawaku untuk berpikir lebih jauh untuk melepaskan segalanya. Meskipun mereka semua anggap hanyalah keping dari ketololan hidup, aku sudah menerimanya dengan ikhlas. Biarlah berlalu dihempas oleh angin malam, agar semua berlalu dan hilang tanpa ada lagi kenangan yang tersisa dan tak layak untuk dikenang. 

Duduk sendiri, menyepi di tempat yang sepi adalah solusi yang baik saat kebisingan dunia tak lagi bersahabat dengan baik. Bagaimanapun deru derita yang pernah melaju akan hilang dan takkan bergema. Derunya akan mati hilang ditelan masa.

Jika aku pernah merasakan ini sebelumya. Aku akan semakin tertempa untuk bangkit dan beranjak dari cerita lama. Tenang.. rasa takut itu tidak selalu menawarkan kesedihan. Rasa takut itu sudah lama meninggalkanku. Meninggalkanku dalam gigil dan pengapnya dunia sepanjang sisa waktu malam yang beradu.

Malam terlalu baik untuk memeluk hening. Dan sementara malam akan terus berlalu tanpa meminta dan pamit sebelum ia berlalu. 

Kesunyian itu seakan sirna. Hilang bersama derasnya angin fajar yang datang mendekat. Sesaat ku tersadar, ini adalah bagian cerita untuk awal kehidupan yang akan terus melaju dengan segala harapan-harapan mulia yang masih tersisa. Redup cahaya lampu menjadi saksi untuk akhir cerita yang tak ingin terulang dalam sisa nafasku. Cerita ini akan bergulir, hingga malam tak lagi datang dan matahari tak lagi bersinar. 

Aku kembali larut dalam kepingan mimpi-mimpi yang sudah tertulis, meski detik berlalu terasa menyebalkan, namun awal langkah baru ini akan menjadi sebuah catatan, sebuah catatan perjuangan.

Kali ini, langkahku harus berpindah dengan masa yang lebih indah. Aku berharap suasana awal perjalanan ini akan berpindah menjadi kenyataan yang lebih baik dan cerita bahagia. Titik kecemasan semoga menjadi akhir dari segalanya, masa depan masih menyimpan kejutan. Aku putuskan untuk pergi, pergi dari bayang-bayang semu yang menghalangi segala impian. Meski harus kembali, aku akan hadir dengan perasaan yang nyata, bukan perasaan yang dulu. Berpindah, adalah keputusan akhir yang menjadi awal untuk memulai segalanya. Dan menutup lembar demi lembar masa lalu, adalah awal untuk akhir yang tak perlu lagi disesali.

Karena semua ada masanya, aku ingin awal yang nyata, bukan khayalan dan harapan yang kosong tak bernama.. 


Monday, 28 March 2016

kembali ke PanGkuan ibu Pertiwi


Hasil gambar untuk gambar bintang bersinar
akhirnya aku kembali ke pangkuan ibu pertiwi..
setelah 17 tahun malang melintang..
melawan derasnya arus kehidupan..
aku kembali..
untuk mengabdi sepenuhnya buat ibu pertiwi..

aku ingin berbakti..
aku ingin pula memberikan yang terbaik..
buat..
ibu pertiwi..

salam..
(wirJO SOEMarto)


Monday, 21 March 2016

coretan paGi

wirJO SOEMarto... Salah satu sifat manusia tercela dan sangat berbahaya adalah dengki. Penyakit dengki tidak hanya buruk bagi pelakunya, tetapi juga berbahaya bagi orang lain.

Bagi pelaku, dengki menjadikan sikap iri hati dan benci terhadap orang yang menjadi obyek kedengkiannya. Jiwa pendengki itu selalu menderita dan resah karena tidak pernah merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia.

Pendengki juga sering kali gagal mensyukuri nikmat, karena nikmat yang didapat orang lain, menurutnya lebih pantas diterimanya. Pendengki cenderung egois karena merasa dirinyalah yang paling pantas mendapat kenikmatan.

Dengki sangat berbahaya bagi sang pelaku karena dapat menghanguskan amal kebaikan.

Sebagai akhlak tercela, dengki dapat menjerumuskan pelaku kepada perbuatan yang lebih hina dan tidak berperikemanusiaan. Misalnya, pendengki dapat saja memusuhi bahkan membunuh orang lain yang menjadi rivalnya.

Pendengki selalu tidak rela dan tidak senang melihat orang lain senang, sebaliknya pendengki senang melihat orang lain susah dan menderita. Seolah-olah kenikmatan dan kebahagiaan itu hanya miliknya sendiri.

Dengki merupakan senjata yang sering digunakan setan untuk memprovokasi manusia agar saling bermusuhan, membenci, dan mendendam satu sama lain.
Permusuhan karena dengki tidak jarang melibatkan kekuatan tertentu, misalnya, dukun santet atau tukang teluh untuk menyerang dan menghabisi lawan bisnis atau politik yang didengkinya.

Pilar kufur itu ada empat, yaitu takabur (sombong/arogan), dengki, marah dan syahwat. Takabur menghalangi pelakunya bersikap patuh.

Dengki menyebabkan tidak mau menerima dan memberi nasihat. Marah menjadi penyebab berlaku tidak adil. Sedangkan, syahwat menjadi penghalang fokus dalam beribadah.

Penyebab penyakit dengki itu ada tiga, yaitu kebencian, ketidakberdayaan dan kemurkaan. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan pendengki.

Sedemikian bahayanya hingga kejahatan pendengki itu diparalelkan dengan kejahatan tukang sihir dan kejahatan yang biasa dilakukan di malam hari.

 

Ada 10 tips penangkal bahaya dengki dan para pendengki

  1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
  2. Bertakwa kepada-Nya dengan senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Bersabar dalam menghadapi pendengki dengan tidak mengeluh.
  4. Bertawakal kepada Allah SWT dengan menyerahkan segala persoalan, termasuk perbuatan pendengki, kepada-Nya.
  5. Mengosongkan hati dan pikiran dari sifat dengki.
  6. Selalu menerima ketetapan Allah SWT dengan ikhlas dan menjadikan cinta dan ridha-Nya di atas segala-galanya.
  7. Bertaubat hanya kepada Allah dari segala dosa.
  8. Memperbanyak sedekah dan berbuat baik semaksimal mungkin.
  9. Memadamkan api dengki dengan berbuat baik kepada sang pendengki.
  10. Memurnikan tauhid dengan senantiasa meyakini bahwa yang dapat mendatangkan manfaat dan bahaya hanyalah Allah SWT.

Di atas semua itu, kedengkian negatif tersebut perlu ditransformasi menjadi dengki yang positif berupa iri hati yang konstruktif dan futuristik seperti iri hati terhadap kedermawanan, kealiman, kebajikan dan keadilan orang lain.

Tuesday, 8 March 2016

8 maret

 
selamat ultah istriku tercinta
smoga sll diberikan kesehatan, kekuatan, kebaikan n keberhasilan dalam segala hal
sll mjd super mom untuk anak kita
sll mjd super wife untukku n kehidupan kita
doa terbaikku sll bersamamu
(wirJO SOEMarto

Saturday, 5 March 2016

aku tak minta seoranG YanG semPurna

wirJO SOEMarto... Aku tak meminta seseorang yang sempurna dari sisi-Mu, karena Engkaupun pasti Maha Mengetahui keadaanku. Engkau tahu dahulu aku ini hanyalah musuh-Mu. Yang pernah singgah di jurang neraka-Mu, dan akupun tahu, tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan. 
Maka akupun meminta pada-Mu seseorang yang tak sempurna, supaya dia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya karena-Mu.
Seseorang yang kan kusayangi karena kelembutan hatinya..
Seseorang yang kan kucintai karena keindahan akhlaknya..
Seseorang yang kan kukasihi karena kehalusan budinya..
Seseorang yang kan kukagumi karena kesantunan sikapnya..
Seseorang yang kan kupuja karena rendah hati dan sederhanaannya..
Seseorang yang mau menerimaku seikhlas hatinya..
Seseorang yang kan ku hibur hatinya bila dia sedang bersedih..
Seseorang yang kan ku sapu air matanya bila dia sedang menangis..
Seseorang yang kan ku jadikan bahuku tempatnya bersandar saat penat..
Seseorang yang kan ku dengar segala kelah kesuhnya..
Seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawa demi menjaga kehormatannya..
Seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya..
Yang ta akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba..

Wahai Tuhan yang memegang rahasia segala sesuatu, jadikanlah aku ridho terhadap apapun yang Engkau tetapkan..
Dan jadikanlah barokah dalam apa yang Engkau takdirkan..
Wahai Tuhan yang memegang hikmah segala sesuatu, andai Engkau berkehendak lain, sesungguhnya dan sebenar-benarnya kehidupan adalah kehidupan akhirat, maka jadikanlah kehendak-Mu, bukan kehendakku..

Sunday, 24 January 2016

24 Januari 2016

wirJO SOEMarto... Penderitaan merupakan kenyataan hidup di dunia yang fana ini dan kita tidak bisa menghindarinya. Mungkin ini menyangkut nasib, takdir atau skenario sang Maha Kuasa. Bahkan, tujuan dalam hidup bukanlah untuk menjauh dari rasa sakit, tapi untuk bertahan melaluinya, pada kenyataannya penderitaanlah yang mengajarkan kita untuk lebih bijaksana dan bisa lebih sukses.

Tidak akan memiliki makna dalam hidup ini, jika manusia hidup tanpa masalah. Apapun yang menjadi penyebab keterpurukan; tidak bisa dihindari... tetapi begitulah hidup. Ini yang harus disadari. Manusia mana sih yang kebal dari "percikan" takdir hidup? Gagal urusan bisnis, penyakit atau lainnya yang tidak bisa dielakkan? Tak satu pun dari kita yang kebal. Pada titik tertentu, kita semua akan atau pernah mengalami pengalaman-pengalaman yang tampaknya negatif. Pertanyaannya: Benarkah masalah keterpurukan  menjadi benar-benar pengalaman yang negatif?

Ketika kesulitan datang bukankah pada saat yang sama karunia Tuhan memberi kita potensi untuk maju? Mungkin bagaimana kita menanggapi kesulitan itu jauh lebih penting daripada hanyut dalam masalah.  Ini respon kita yang menentukan hasil. Jika kita ingin maju, kemungkinan dalam hidup kita akan mendapatkan cobaan (kesulitan dan keterpurukan) yang lebih sulit. Semakin menakutkan tantangan dan semakin besar hambatannya, ini jelas.  Semakin banyak potensi yang ada bagi pertumbuhan pribadi. Pernahkah Anda merespon seperti ini ketika Anda merasa sedang kesulitan?

Misalkan anda gagal, seharusnya bukan malah menjadi pesimis bahwa Anda akan gagal selamanya.! Siapa yang meyakinkan bahwa berikutnya Anda akan gagal? Bukankah kita tidak tahu  atas takdir kita esok hari? Menurut saya sih, tergantung pribadi juga; atas respon kita, sejauh mana introspeksi dan seberapa besar kita telah belajar dari kesalahan dan seberapa kuat hasrat kita untuk berubah menjadi lebih baik.! Sementara fasilitas belajar untuk memperbaiki diri sudah ada. Banyak nasihat berceceran di internet kok.

Sebuah tulisan "mistik kuno"  memberitahu kita "jatuh dari kehidupan kita memberikan kita energi untuk mendorong diri kita ke tingkat yang lebih tinggi."

Masih relevan tidak dengan jaman sekarang? Kesulitan yang kita hadapi dapat menjadi sumber kekuatan yang memungkinkan kita untuk naik di atas dan melampaui kesulitan itu. Cobalah bertanya kepada diri sendiri: masih adakah kekuatan yang kita punya? Apakah kita masih mampu berdiri dan menggenjot sepeda? Jika Anda masih bisa berfikir, selain itu  anda juga masih bisa makan... berarti masih ada jatah rejeki buat anda. Dan bisa jadi di depan, masih ada segunung rejeki yang akan anda terima jika mampu melalui kesulitan anda.! Siapa tahu? Karena kenyataannya kita tidak tahu atas takdir kita berikutnya. Manusia hanya disuruh untuk berusaha dan berdo'a disertai "berprasangka baik" kepada Tuhan Yang Maha Kaya..!

Ketika dihadapkan dengan tantangan yang tampaknya luar biasa, tidak diragukan mungkin masuk ke pikiran, menggantikan keyakinan sukses.... Nah, ini virus keyakinan, yang harus di set ulang dengan berprasangka baik kepada Allah SWT.  Apa sih yang tidak mungkin bagi Allah SWT?

Disatu sisi, jika penderitaan anda dipelihara dengan keyakinan yang salah, dengan  sendirinya bisa melumpuhkan hidup anda. Hari-hari merasa berduka karena kehilangan kontrol atas hidup anda. Ketakutan terbesar adalah hilangnya apa yang telah kita paling diandalkan sepanjang hidup kita. Sebenarnya yang terjadi karena kita kurang "mengikhlaskan" dan enggan belajar.

Saya pernah mengalami hal-hal semacam ini, yang ada akhirnya harus dipupus lalu melangkah maju dengan prasangka baik kepada Allah SWT.  Ternyata yang  saya lakukan ini, menjadi wadah buat semangat untuk mengembalikan yang telah hilang, keyakinan positif telah menjadi tongkat untuk berpegangan kepada keyakinan yang benar; bahwa setelah mengikhlaskan,  kemudian belajar dari kesalahan lalu terus maju dengan perubahan-perubahan yang dipaksa dilakukan, mengantar kepada : Bangkit dari keterpurukan..!

Saya orang yang pernah kesepian... berbulan-bulan... ! Saya sadari bahwa kesepian saya adalah karena saya ciptakan sendiri... kesepian diciptakan oleh ketakutan. Efeknya ternyata dahsyat: melumpuhkan semangat hidup! Apalagi ketika saya kehilangan pekerjaan, banyak kawan menjauhi, dengan saudara-saudara sendiri pun enggan berjumpa karena perasaan minder yang luar biasa....
Bahkan rasanya hidup seperti sebatangkara....

Saya hanya ingin bertahan hidup awalnya. Tetapi dalam keyakinan saya, bahwa masih ada harapan karena saya yakin Allah yang menciptakan saya akan bertanggung jawab terhadap ciptaan-Nya (sedikit kurang ajar memang), yang penting saya mau mengoptimalkan usaha dan do'a, hasil akhir seahkan  kepada Allah SWT... Ini yang namanya tawakkal.

Saya selalu ingat kata-kata  Albert Einstein yang pernah berkata: "Di tengah setiap kesulitan terletak kesempatan". Bahkan kalau saya curhat kepada sang ibunda, beliau selalu mengatakan, "Banyak masalah yang tidak masalah sama sekali, mereka hanya tantangan yang solusinya belum terealisasi." Entah mengambil dari kitab apa ibundaku mengatakan seperti itu, tetapi kata-kata itu, diucapkan oleh ibu dan itu sangat memotivasi.

Wah, koq malah jadi bicara tentang diri sendiri, hehehehe..!

Intinya begini saja biar tidak terlalu panjang tulisan saya ini:

Jangan biarkan diri anda dibebani oleh keterbatasan yang ditetapkan oleh pengalaman duniawi ini. Selalu ingat, anda adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman dan pengetahuan. Anda dikaruniai akal untuk berfikir dan bertindak yang anda pikir benar dan  tepat. Dengan terus mencari solusi di luar diri anda tidak akan pernah menang. Jawaban dan solusi yang anda cari sudah berada di dalam diri anda. 

Apapun yang menahan anda, itu tidak akan lama koq jika anda bertekad dan mencoba keluar dari zona keterpurukan. Kabar baiknya anda bisa...!


Thursday, 7 January 2016

JanGan berharaP dari oranG lain

wirJO SOEMarto... Kekecewaan besar yang selalu kita hadapi dalam hidup adalah meletakkan harapan dan perkiraan pada tempat yang salah.

Masalah ini selalu berlaku apabila melibatkan hubungan kita dengan orang lain.

Berapa banyak orang yang mengalami tekanan jiwa akibat kecewa karena tidak mendapat kesetiaan yang diharapkan?

Betapa banyak pula yang menderita dihantui bayangan masa lalu yang menggores hati?

Oleh karena itu, menyesuaikan harapan kita terhadap orang lain akan membantu untuk menyingkirkan kekecewaan dan sakit hati yang tidak diperlukan, dalam hidup anda dan hidup orang lain.

Malahan membantu kita untuk lebih fokus tentang apa yang lebih penting dan bermakna dalam kehidupan.


Untuk itu kita harus pertimbangkan beberapa hal ini:



1. Jangan berharap orang lain akan senantiasa setuju dengan segala tindakan kita

 


Kita berhak untuk bahagia.

Kita berhak untuk hidup dalam kehidupan yang kita impikan.

Jangan biarkan pandangan orang lain mengaburkan dan membuat  kita lupa tentang apa yang kita mahuk. Anda tidak dilahirkan ke dunia ini untuk memenuhi kehendak orang lain.

Dan juga jangan mengharapkan orang lain akan memenuhi apa kehendak kita.

Sebenarnya, anda lebih mampu untuk setuju dengan keputusan diri sendiri, kurangi untuk memerlukan persetujuan orang lain.

Kita harus berani untuk menjadi diri sendiri, dan bebas mengikuti gerak hati sendiri, walaupun anda merasa takut atau aneh untuk membuktikan masalah itu.

Jangan membandingkan hidup anda dengan kehidupan orang lain, jangan mudah merasa mengalah dengan kejayaan orang lain. Karena kehidupan setiap orang adalah tidak sama.

Ikutilah cara kita sendiri dan hiduplah dengan gembira.


- jika anda tetap membandingkan hidup, kebahagiaan akan tertunda -


Kejayaan yang terbesar akan kita capai didunia ini adalah meluangkan masa hidup kita dengan gembira dan bahagia dalam cara kehidupan kita tersendiri.



2. Jangan berharap orang lain akan hormati kita, lebih dari kita menghormati diri sendiri.

 


Kekuatan sebenarnya terletak didalam jiwa dan semangat, bukan pada kuasanya otot kita.

Dan mengenai kepercayaan terhadap diri sendiri. Jangan sekali-kali merayu dan mengharapkan, serta menagih kasihan, hormat dan perhatian daripada orang lain.

Belajarlah untuk mencintai diri sendiri dahulu.

- Sampai kapan kita akan berharap? 
- Sampai kapan kita bisa pegang janji orang lain? 
- Apa jaminan untuk setiap penantian kita? 
- Sampai kapan hati kita terus kecewa?


Apabila kita belajar untuk lebih menyayangi diri sendiri dan belajar untuk menghormati diri sendiri, kita membuka peluang kepada diri kita kepada kebahagiaan.

Apabila kita sendiri sudah bahagia, pastinya kita akan menjadi teman yang lebih baik, ahli keluarga yang penyayang dan diri sendiri yang lebih sempurna.

Dalam hal ini, contoh terdekat kita boleh lihat dalam hal menjaga aurat.

Jika anda sendiri berpakaian seksi dan ketat, jangan harapkan lelaki yang memandang anda tidak membayangkan yang bukan-bukan, dan seterusnya menghormati anda?

Begitu jugalah dengan masalah yang lain, hanya berasal dari diri anda sendiri.


3. Kita tidak memerlukan orang lain untuk menyukai kita.
 
Mungkin kita merasa tak dihargai oleh seseorang, tetapi pada saat yang sama ada orang lain sangat menghargai kita.

Sebenarnya ini adalah perkara wajar di dunia.

Orang lain tidak berhak menentukan harga diri kita.

Kita sendiri yang harus senantiasa mengingat betapa berharganya diri kita dan meletakkan sendiri nilai diri kita.

Kita harus ingat, betapa baik dan ikhlasnya kita terhadap orang lain, pasti akan ada yang berpandangan negatif dan tidak menyukai kita.

Kita tidak akan pernah nampak sempurna dimata orang lain.

Apa yang harus kita buat?

Senyum, jangan pedulikan mereka dan teruskan apa yang kita rasa betul.

Dunia yang gila ini akan coba untuk jadikan anda sama seperti orang lain dan pertempuran yang paling hebat yang akan anda tempuh disini adalah untuk kekal menjadi diri sendiri.

Dan karena sikap anda yang melawan dunia itu, pasti ada yang tidak menyukai anda.

Kadangkala, orang lain akan mengejek nama anda karena anda berbeda. Namun itu adalah "it's OK". Sesuatu yang menjadikan kita lain, adalah sesuatu yang menjadikan siapa diri kita.

Dan orang yang tepat akan mensyukuri kehadiran anda dalam hidup mereka.


4. Jangan mengharap orang lain akan mendengar kita dan berubah secara tiba-tiba
 
Kadangkala, ada orang memang suka meluapkan perasaan kepada kita.

Mereka akan meluapkan segalanya termasuk perasaan hati, masalah kerja dan apa yang mereka rasa untuk perlu dikongsikan.

Kita sebagai pendengar, menjadi prihatin dan memberikan nasehat-nasehat yang kita rasakan akan membantu mereka keluar dari kekusutan.

Tetapi malangnya, kata-kata kita ibarat masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Segala nasehat kita adalah sia-sia dan tidak dipedulikan. Malah dibalas dengan berbagai alasan.

Dan orang itu masih saja meluapkan masalah yang sama, lagi dan lagi. Pasti rasanya geram bukan?

Sabar.

Memang sebagian orang begitu perangainya. Mereka hanya mahu meluapkan, hanya mau orang lain yang mendengarkan masalah.

"Stop expecting people to be a certain way".

Kita boleh memberi nasehat, namun jangan berharap mereka akan mengikuti setiap apa yang kita katakan.

Apa yang kita lakukan, berikan perhatian penuh dan hormati jenis mereka yang begitu, bukan karena mereka seperti yang anda inginkan.

Jangan berharap perubahan mendadak..

Jika anda benar-benar serius untuk mereka berubah, hal terbaik yang dilakukan adalah bertemu dari hati ke hati secara jujur, berterus-terang  dan beritahu apa yang mereka perlu lakukan.

Mungkin masalah ini agak sukar dan mustahil.

Lebih-lebih lagi bila melibatkan orang yang sudah dewasa.

Mungkin terdengar agak kasar, tetapi biasanya pilihan yang ada adalah menerima mereka seadaanya atau hidup tanpa kehadiran mereka.

Bila kita coba untuk mengubah orang lain, mereka akan selalu tetap sama, tidak berubah.

Jadi bagaimana?

Nasihatilah secara bermakna, disamping mendoakan mereka diberi petunjuk oleh Allah. Dunia selalu menjadi medan terbaik untuk mengasah dan meluruskan kekhilafan seseorang.

Allah itu tidak dzalim, Dia senantiasa melindungi hamba-Nya.


5. Orang lain tidak akan dapat merasakan perasaan kita
 
Orang lain tidak boleh membaca fikiran kita.

Mereka tak tahu apa yang anda rasakan hingga anda beritahu mereka.

Seorang guru tidak akan tahu muridnya tidak faham apa yang disampaikan, jika murid tidak bertanya. Bos kita tidak akan tahu kita mengharapkan kenaikan pangkat dan gaji jika kita tidak bersuara.

Seseorang tidak akan tahu jika kita menyimpan hati terhadapnya tetapi kita terlalu malu untuk memberitahu hal yang benar.

Dalam kehidupan, kita harus  berkomunikasi dengan orang lain secara rutin dan efektif. Mulailah dengan mengobrol dan coba buang perasaan malu.

Malu biar ditempatnya sehingga menyusahkan hidup sendiri. Berkomunikasi dengan efektif tidak berbicara yang banyak.

hanya berkata dengan jujur, sopan dan jelas.

Kita semua hidup didunia ini selalu bertabur impian, keperluan dan masalah yang sama.


6. Jangan berharap kesetiaan dan percaya kepada janji
 
Manusia akan pergi tinggalkan kita, walaupun sejuta janji manis yang dia berikan. Walaupun segunung harapan yang dia berikan.

Jangan mudah goyah.

Yang perlu dilakukan adalah menguatkan hati untuk menerima kehilangan karena itu yang terbaik untuk kita dan juga dia. Demi kehidupan masing-masing. Perasaan orang lain tak boleh dipaksa.

Oleh karena itu jangan mudah meletakkan sepenuh hati kita pada suatu janji.

Bila kita terlalu berpegang pada janji setia, ia ibarat meletakkan gelas kaca diujung meja. Sekali gelas itu jatuh ke lantai akan terburai, apabila kita satukan kembali, ia tidak akan kembali sama.

Begitulah juga hati kita.

Sekali sudah tergores, sukar untuk pulih kembali. Sekali sudah terburai, mustahil untuk hati kita pulih kembali.

Kitalah yang bertanggungjawab untuk menjaga hati sendiri.



Penutup
  
Tidak semua orang akan berperangai dan bersifat seperti yang anda harapkan.

Tidak mungkin semua orang akan senantiasa setia dan menjaga hati kita, seperti kita menjaga perasaan mereka.

Kita harus sadar, hidup ini tidak seindah telenovela.

Belajar dari segala kekhilafan dan kekurangan. Perbaiki diri untuk jadi yang terbaik.

Berharaplah yang terbaik, tetapi jangan letakkan jangkauan yang tinggi. Dan ingatlah, kekuatan kebahagiaan kita berkait secara langsung dengan pandangan dan bagaimana kita berfikir tentang sesuatu masalah.

Walaupun suatu hubungan itu tidak berlangsung dengan lancar, mungkin ada satu dua hal yang wajar, yang mengajarkan kita sesuatu dan perkara yang baru.

Tanamkan dalam hati sendiri ‘pasti ada hikmah di sebalik semua ini’.