wirJO SOEMarto... Kekecewaan besar yang selalu kita hadapi dalam hidup adalah meletakkan harapan dan perkiraan pada tempat yang salah.
Masalah ini selalu berlaku apabila melibatkan hubungan kita dengan orang lain.
Berapa banyak orang yang mengalami tekanan jiwa akibat kecewa karena tidak mendapat kesetiaan yang diharapkan?
Betapa banyak pula yang menderita dihantui bayangan masa lalu yang menggores hati?
Oleh karena itu, menyesuaikan harapan kita terhadap orang lain akan membantu
untuk menyingkirkan kekecewaan dan sakit hati yang tidak diperlukan,
dalam hidup anda dan hidup orang lain.
Malahan membantu kita untuk lebih fokus tentang apa yang lebih penting dan bermakna dalam kehidupan.
Untuk itu kita harus pertimbangkan beberapa hal ini:
1. Jangan berharap orang lain akan senantiasa setuju dengan segala tindakan kita
Kita berhak untuk bahagia.
Kita berhak untuk hidup dalam kehidupan yang kita impikan.
Jangan biarkan pandangan orang lain mengaburkan dan membuat kita
lupa tentang apa yang kita mahuk. Anda tidak dilahirkan ke dunia ini
untuk memenuhi kehendak orang lain.
Dan juga jangan mengharapkan orang lain akan memenuhi apa kehendak kita.
Sebenarnya, anda lebih mampu untuk setuju dengan keputusan
diri sendiri, kurangi untuk memerlukan persetujuan orang lain.
Kita harus berani untuk menjadi diri sendiri, dan bebas mengikuti
gerak hati sendiri, walaupun anda merasa takut atau aneh untuk
membuktikan masalah itu.
Jangan membandingkan hidup
anda dengan kehidupan orang lain, jangan mudah merasa mengalah dengan
kejayaan orang lain. Karena kehidupan setiap orang adalah tidak sama.
Ikutilah cara kita sendiri dan hiduplah dengan gembira.
- jika anda tetap membandingkan hidup, kebahagiaan akan tertunda -
Kejayaan yang terbesar akan kita capai didunia ini adalah
meluangkan masa hidup kita dengan gembira dan bahagia dalam cara
kehidupan kita tersendiri.
2. Jangan berharap orang lain akan hormati kita, lebih dari kita menghormati diri sendiri.
Kekuatan sebenarnya terletak didalam jiwa dan semangat, bukan pada kuasanya otot kita.
Dan mengenai kepercayaan terhadap diri sendiri. Jangan sekali-kali merayu
dan mengharapkan, serta menagih kasihan, hormat dan perhatian
daripada orang lain.
Belajarlah untuk mencintai diri sendiri dahulu.
- Sampai kapan kita akan berharap?
- Sampai kapan kita bisa pegang janji orang lain?
- Apa jaminan untuk setiap penantian kita?
- Sampai kapan hati kita terus kecewa?
Apabila kita belajar untuk lebih menyayangi diri sendiri dan belajar
untuk menghormati diri sendiri, kita membuka peluang kepada diri kita
kepada kebahagiaan.
Apabila kita sendiri sudah bahagia, pastinya kita akan menjadi teman
yang lebih baik, ahli keluarga yang penyayang dan diri sendiri yang
lebih sempurna.
Dalam hal ini, contoh terdekat kita boleh lihat dalam hal menjaga aurat.
Jika anda sendiri berpakaian seksi dan ketat, jangan harapkan lelaki yang memandang anda tidak membayangkan yang bukan-bukan, dan seterusnya menghormati anda?
Begitu jugalah dengan masalah yang lain, hanya berasal dari diri anda sendiri.
Mungkin kita merasa tak dihargai oleh seseorang, tetapi pada saat yang sama ada orang lain sangat menghargai kita.
Sebenarnya ini adalah perkara wajar di dunia.
Orang lain tidak berhak menentukan harga diri kita.
Kita sendiri yang harus senantiasa mengingat betapa berharganya diri kita dan meletakkan sendiri nilai diri kita.
Kita harus ingat, betapa baik dan ikhlasnya kita terhadap
orang lain, pasti akan ada yang berpandangan negatif dan tidak
menyukai kita.
Kita tidak akan pernah nampak sempurna dimata orang lain.
Apa yang harus kita buat?
Senyum, jangan pedulikan mereka dan teruskan apa yang kita rasa betul.
Dunia yang gila ini akan coba untuk jadikan anda sama seperti
orang lain dan pertempuran yang paling hebat yang akan anda tempuh
disini adalah untuk kekal menjadi diri sendiri.
Dan karena sikap anda yang melawan dunia itu, pasti ada yang tidak menyukai anda.
Kadangkala, orang lain akan mengejek nama anda karena anda berbeda.
Namun itu adalah "it's OK". Sesuatu yang menjadikan kita lain, adalah sesuatu
yang menjadikan siapa diri kita.
Dan orang yang tepat akan mensyukuri kehadiran anda dalam hidup mereka.
Kadangkala, ada orang memang suka meluapkan perasaan kepada kita.
Mereka akan meluapkan segalanya termasuk perasaan hati, masalah kerja dan apa yang mereka rasa untuk perlu dikongsikan.
Kita sebagai pendengar, menjadi prihatin dan
memberikan nasehat-nasehat yang kita rasakan akan membantu mereka
keluar dari kekusutan.
Tetapi malangnya, kata-kata kita ibarat masuk telinga kiri keluar
telinga kanan. Segala nasehat kita adalah sia-sia dan tidak dipedulikan. Malah dibalas dengan berbagai alasan.
Dan orang itu masih saja meluapkan masalah yang sama, lagi dan lagi. Pasti rasanya geram bukan?
Sabar.
Memang sebagian orang begitu perangainya. Mereka hanya mahu meluapkan, hanya mau orang lain yang mendengarkan masalah.
"Stop expecting people to be a certain way".
Kita boleh memberi nasehat, namun jangan berharap mereka akan mengikuti setiap apa yang kita katakan.
Apa yang kita lakukan, berikan perhatian penuh dan hormati
jenis mereka yang begitu, bukan karena mereka seperti yang anda
inginkan.
Jangan berharap perubahan mendadak..
Jika anda benar-benar serius untuk mereka berubah, hal terbaik yang dilakukan adalah bertemu dari hati ke hati
secara jujur, berterus-terang dan beritahu apa yang mereka perlu
lakukan.
Mungkin masalah ini agak sukar dan mustahil.
Lebih-lebih lagi bila melibatkan orang yang sudah dewasa.
Mungkin terdengar agak kasar, tetapi biasanya pilihan yang ada adalah
menerima mereka seadaanya atau hidup tanpa kehadiran mereka.
Bila kita coba untuk mengubah orang lain, mereka akan selalu tetap sama, tidak berubah.
Jadi bagaimana?
Nasihatilah secara bermakna, disamping mendoakan mereka diberi
petunjuk oleh Allah. Dunia selalu menjadi medan terbaik untuk
mengasah dan meluruskan kekhilafan seseorang.
Allah itu tidak dzalim, Dia senantiasa melindungi hamba-Nya.
Orang lain tidak boleh membaca fikiran kita.
Mereka tak tahu apa yang anda rasakan hingga anda beritahu mereka.
Seorang guru tidak akan tahu muridnya tidak faham apa yang disampaikan, jika
murid tidak bertanya. Bos kita tidak akan tahu kita mengharapkan
kenaikan pangkat dan gaji jika kita tidak bersuara.
Seseorang tidak akan tahu jika kita menyimpan hati terhadapnya tetapi kita terlalu malu untuk memberitahu hal yang benar.
Dalam kehidupan, kita harus berkomunikasi dengan orang lain secara rutin dan efektif. Mulailah dengan mengobrol dan coba buang perasaan malu.
Malu biar ditempatnya sehingga menyusahkan hidup sendiri.
Berkomunikasi dengan efektif tidak berbicara yang banyak.
hanya berkata dengan jujur, sopan dan jelas.
Kita semua hidup didunia ini selalu bertabur impian, keperluan dan masalah
yang sama.
Manusia akan pergi tinggalkan kita, walaupun sejuta janji manis
yang dia berikan. Walaupun segunung harapan yang dia berikan.
Jangan mudah goyah.
Yang perlu dilakukan adalah menguatkan hati untuk menerima kehilangan karena
itu yang terbaik untuk kita dan juga dia. Demi kehidupan masing-masing.
Perasaan orang lain tak boleh dipaksa.
Oleh karena itu jangan mudah meletakkan sepenuh hati kita pada suatu janji.
Bila kita terlalu berpegang pada janji setia, ia ibarat meletakkan gelas
kaca diujung meja. Sekali gelas itu jatuh ke lantai akan terburai, apabila kita satukan kembali, ia tidak akan kembali sama.
Begitulah juga hati kita.
Sekali sudah tergores, sukar untuk pulih kembali. Sekali sudah terburai, mustahil untuk hati kita pulih kembali.
Kitalah yang bertanggungjawab untuk menjaga hati sendiri.
Penutup
Tidak semua orang akan berperangai dan bersifat seperti yang anda harapkan.
Tidak mungkin semua orang akan senantiasa setia dan menjaga hati kita, seperti kita menjaga perasaan mereka.
Kita harus sadar, hidup ini tidak seindah telenovela.
Belajar dari segala kekhilafan dan kekurangan. Perbaiki diri untuk jadi yang terbaik.
Berharaplah yang terbaik, tetapi jangan letakkan jangkauan yang tinggi.
Dan ingatlah, kekuatan kebahagiaan kita berkait secara langsung dengan
pandangan dan bagaimana kita berfikir tentang sesuatu masalah.
Walaupun suatu hubungan itu tidak berlangsung dengan lancar,
mungkin ada satu dua hal yang wajar, yang mengajarkan kita sesuatu
dan perkara yang baru.
Tanamkan dalam hati sendiri ‘pasti ada hikmah di sebalik semua ini’.

No comments:
Post a Comment