Monday, 18 June 2018

think + (3)

Menghadapi setiap cobaan itu dengan kesadaran akan kekuasaan Tuhan, dan ketak berdayaan kita pada titik klimaks, dengan cobaan kita jadkan sarana untuk meningkatkan iman dan takwa. 

Jika mendapat cobaan berupa kesulitan hidup hendaknya jadikan kesabaran sebagai hiasan hidup dengan membangun sebuah keyakinan bahwa kesulitan itu akan segera berganti kemudahan. Cepat atau lambat, hal itu mudah bagi Tuhan.

Bagi mereka yang diberi kemudahan dan kesejahteraan hidup, hendaknya mampu menunjukkan keteladanan nyata, yaitu kemauan untuk berbagi dengan sesama, dan kepedulian terhadap orang-orang sekitar yang berada di bawah garis kemiskinan.

Jangan lupakan, apapun yang kita miliki sekarang (kekayaan atau yang lain), hanyalah titipan belaka. Kapan saja Sang Pemilik berkehendak, akan menarik dan mencabutnya.

Tuhan memberikan segala sesuatu kepada hamba-Nya berdasarkan porsinya, karena keterbatasan kita sebagai mahkluk-Nya. Maka makhluk yang bernama manusia selalu mendapatkan yang sepadan dengan kekuatan yang dimilikinya. Apapun yang bernama cobaan dalam hidup, pada hakekatnya, Tuhan telah sesuaikan dengan kemampuan makhluk-Nya untuk menghadapi hal tersebut. 

Jika kesadaran akan kesanggupan yang dimiliki oleh setiap orang dalam mengarungi bahtera kehidupan yang penuh ombak dan badai ini maka untuk apa kita merasa berkecil hati atas segala sesuatu yang terjadi. Bukankah beban hidup selalu dibawah kekuatan yang diberikan Allah pada kita. Bukankah cobaan itu sesuai dengan kelas kita.

Setiap cobaan yang menerpa selalu menjadi jalan untuk menapaki tingkatan keimanan ke jenjang yang lebih tinggi. Setiap cobaan menjadi batu loncatan untuk mengasah ketajaman nalar dan kepekaan sosial. Olah jiwa sedemikian tidak diajarkan di sekolah manapun. Yang mendapatkannya , kapan dan di mana saja, di sanalah kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang mampu mewujudkan sikap sabar dan sikap hidup yang proaktif, tanpa adanya keluh kesah dan sikap apatis. (wirJO SOEMarto)






Saturday, 2 June 2018

think + (2)

Tiada habisnya jika kita berbicara masalah-masalah kehidupan. Kita memiliki pengalaman berbeda dalam menghadapi persoalan yang datang. Hidup selalu bergandengan dengan masalahnya dan kita berusaha sekuat tenaga menyelesaikannya dengan memohon pertolongan-Nya.

Setiap yang diberi hidup akan mendapatkan bagiannya dalam hal ujian. Apapun ujian yang dihadapi, baik itu masalah pribadi, problem keluarga atau masalah yang lain, semuanya membutuhkan sikap cermat dan kesabaran yang utuh.

Tidak ada kesempatan untuk mengelak dari apa yang sudah ditetapkan. Tidak juga dapat menghindar dari apa yang telah ditakdirkan. Masing-masing di antara manusia mendapatkannya secara adil dan merata.
 
Setiap orang, saat dihadapkan pada masalah hidup, akan terlihat sifat kemanusiaannya. Terhadap persoalan hidup yang susah dan rumit orang cenderung mengeluh dan berkecil hati, seakan hidup ini tidak adil. Orang menjadi beranggapan negatif terhadap Tuhan. 
 
Terhadap segala macam nikmat dan ujian yang datang, manusia memiliki pilihannya sendiri. Siapapun bisa melakukannya, antara bersyukur dan mengeluh. Setiap pilihan membawa konsekuensi tersendiri bagi pelakunya.

Sifat manusia yang tidak stabil ini hendaknya dikelola, dikendalikan dan diarahkan kepada hal-hal positif yang menjadikan pribadi manusia mampu menghadapi setiap tantangan yang dihadapi, ujian yang menghadang dan cobaan yang menimpa. Bukan untuk memupuk rasa egoisme dan merasa diri lebih baik atau lebih kuat dari yang lain.

Di manapun dan kapanpun manusia akan menemukan ujian sesuai dengan apa yang telah Tuhan tetapkan. Ketentuan-Nya berlaku bagi siapapun tanpa terkecuali. Terhadap ujian yang diberikan itu hendaknya manusia berpikir dan merenungi akan hikmah dan pelajaran berharga di balik setiap ujian yang datang. Apakah itu peringatan, cobaan atau malah hukuman?
(wirJO SOEMarto)


 

Saturday, 19 May 2018

think +

Ternyata salah jika kita beranggapan bahwa di dunia ini segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita akan terpenuhi secara mutlak (100%)
Segala sesuatu yang ada di dunia ini semu adanya
Semua yang kita inginkan tidak akan tercapai semuanya
Tetapi, yang pasti datang adalah ujian, musibah dan penyakit
Pandai-pandailah bersyukur saat mendapatkan kenikmatan
Dan bersabarlah saat ditimpa kesengsaraan
Janganlah kita bermimpi akan cita-cita yang akan tercapai semuanya
Janganlah bermimpi akan selalu sehat
Jangan bermimpi pula akan selalu kaya
Jangan bermimpi untuk selalu bahagia
Janganlah menginginkan untuk mendapatkan teman yang sempurna tanpa cela
Atau mendapatkan suami/istri yang sempurna pula
Semua itu mustahil

Diri kita selalu penuh kekurangan dan membutuhkan orang lain untuk koreksi
Pandanglah sisi positip segala sesuatu yang terjadi pada diri kita

Jangan berburuk sangka pada Sang Pencipta
Jangan jadikan manusia sebagai sandaran hidup
Manusia memang tak pantas untuk dijadikan sandaran dan tempat bergantung
(wirJO SOEMarto)


 

Tuesday, 3 April 2018

hbd (latepost)


sejauh apapun diadanaku melangkah
hatiku selalu bersanding disebelahmu
tak usah bersedih
kita hanya terpisah jarak dan waktu
bukan terpisah untuk selamanya
mungkin susah untuk bersatu
karena terpisah jarak, waktu, kesempatan dan perasaan
walau kita terpisah 
tapi kupastikan rasa sayang ini takkan surut
"SELAMAT ULANG TAHUN"
semoga diberi bahagia dan berkah yang melimpah
amin
(wirJO SOEMarto)


Tuesday, 30 January 2018

bahaGia

Setiap manusia selalu saja berbeda pikirannya, dimana akan mempengaruhi perasaan dan suasana hati.
Sejauh mana kita akan merasakan, sejauh mana kita akan menanggapi dan menerima.
Perbedaan ini akan mempengaruhi pandangan seseorang yang nantinya mengakibatkan berbedanya kebahagiaan setiap orang.
Makanya bahagia itu relatif bagi setiap orang. 
Kebahagiaan itu datang dari diri sendiri, tidak perlu kita melihat orang lain bahagia, itu belum tentu, karena hanya pikiran kita yang menganggap mereka bahagia. 
Hati yang bahagia adalah hati yang tulus dan ikhlas terhadap kejadian dan berpikir apa adanya. 
Buatlah hidup bergairah dan berseri, dan jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh maka kebahagiaan itu akan kita dapatkan..
Semoga..
(wirJO SOEMarto


Friday, 5 January 2018

kenanGan 2017

Evaluasi layak kita lakukan untuk tahun yang kita lewati, yaitu tahun 2017..
 
Evaluasiku selama setahun ini, aku menganggap bahwa tahun 2017 adalah tahun yang banyak membawa duka dan sedikit suka bagiku. Tahun dimana aku didera dengan banyaknya cobaan, yang menuntutku untuk bertahan.

Bertahan dari keputus asa-an, bertahan dari kesulitan yang datang bertubi-tubi, dan bertahan dari terpaan ujian perasaan yang turun deras bagaikan hujan.

Jika ada pelangi setelah hujan, maka saat inilah aku sudah bersiap-siap menagih janji itu ditahun 2018.

Meskipun tahun 2017 penuh dengan tanjakan dan jalan yang berliku, aku sama sekali tak ingin melupakannya. Bagiku, kenangan-kenangan tahun 2017 adalah sekumpulan layang-layang dengan benang yang terikat kuat pada relung hati.

Haruskah benang-benang itu kulepaskan saat tahun berganti..? 

No way...!!!!

Aku tak akan melepaskannya, karena aku tahu hidupku terangkai dari kumpulan kenangan-kenangan.
Aku harus bersyukur memiliki kenangan-kenangan itu, meski banyak duka yang harus kuhadapi. Dan aku ingin  bisa membuat kenangan-kenangan baru ditahun yang baru ini tentunya.

Selamat malam..2018..

Semoga mimpi-mimpi indah kita bisa tumbuh, berkembang dan terwujud ditahun 2018.

Semangatttt....!!!!
(wirJO SOEMarto)