Wednesday, 29 June 2016

kita tidak akan bisa menYenanGkan semua oranG

wirJO SOEMarto... Cerita lebih lanjut tentang menjadi diri sendiri (don't ever think to want to be someone else) adalah tentang "kita tidak bisa menyenangkan semua orang"

Perlu dicatat bahwa kita tidak akan bisa membuat semua orang senang dengan kita, tentunya ada satu atau dua yang akan membenci kita. Bahkan ada orang yang membenci tokoh-tokoh besar seperti Dalai Lama atau Aung San Su Kyi, meskipun ia juga sangat dikagumi orang lain. Hal pentingnya, berhentilah berusaha untuk selalu tampil seperti yang diinginkan orang lain hanya untuk membuat mereka senang. Tapi jadilah apa adanya, dan biarkan mereka menerima Anda demikian adanya. Berpura-pura menjadi orang lain untuk bisa diterima hanya akan melelahkan Anda saja.



Tuesday, 14 June 2016

berhenti meniru oranG lain dan Jadilah JuJur

wirJO SOEMarto... don't ever think to want to be someone else selanjutnya adalah, berhentilah meniru orang lain dan jadilah jujur..

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu sama artinya dengan menyiksa diri. Berhentilah dan lihat kelebihan yang ada. Karena apa yang menjadi kelebihan orang lain belum tentu cocok untuk kita. Biarkan orang lain menjadi dirinya sendiri, dan Anda menjadi diri Anda sendiri juga. Tidak ada gunanya iri atau cemburu dengan apa yang orang lain miliki. Menjadi jujur akan memberi efek positif pada kepribadian dan itu penting. ()

Wednesday, 1 June 2016

bersikaP waJar





wirJO SOEMarto... Tidak populer sewaktu sekolah? Abaikan, bersikap sewajarnya dan apa adanya adalah kunci pembebasan seseorang dari ketertekanan yang begitu dahsyat. Orang yang tidak memberi peluang kemungkinan terjadinya takdir diluar yang diinginkannya akan sangat berpotensi untuk terjatuh dalam depresi atau stress yang dalam. 

Monday, 2 May 2016

ikhlas..

wirJO SOEMarto... Menyambung cerita "dont ever think to want to be someone else" yang lalu tentang menjadi diri sendiri mudah apa tidak, tergantung pada diri kita sendiri. Langkah yang pertama adalah ikhlas.

Ikhlas disini memiliki artian untuk menerima diri kita apa adanya.

Hal yang harus di tegaskan di sini adalah pasrah tidak selalu memiliki konteks yang negatif. Pasrah bisa mengandung makna berserah diri. Dan berserah diri dekat sekali hubungannya dengan sikap ikhlas. Prinsip menerima apa adanya mengandung makna ikhlas ketika seseorang yakin akan kekuasaan Allah dan senantiasa berprasangka baik terhadap kehendak-Nya. Arti menerima apa adanya di sini lebih erat hubungannya dengan makna mensyukuri. Menerima apa yang telah Allah gariskan dan takdirkan untuk kita. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, tidak semuanya sama.

Tuesday, 26 April 2016

don't ever think to want to be someone else


wirJO SOEMarto... Jadilah diri sendiri, jika kita belajar untuk menerima diri kita, dengan cara melihat sisi kebaikan yang sama jelasnya dengan sisi yang kurang baik, maka otomatis kita akan sibuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk meraih cita-cita kita. Kemungkinan kita tidak akan punya banyak waktu dan perasaan khawatir.


Wednesday, 20 April 2016

ldr - lonG distance relationshiP


wirJO SOEMarto... Menjalin cinta dengan kekasih yang berada di dekat kita, adalah hal biasa. Kita bisa sering bertemu dan bertatap muka. Bisa langsung mengetahui keadaan si dia, melihat ekspresi wajah, senyum manis, dan gerak tubuhnya secara langsung. Kita bisa pergi bersama untuk membina keakraban. Namun akan lain ceritanya jika kekasih atau pasangan kita berada jauh dari tempat tinggal kita dan tidak bisa bertemu seintens jika jarak tak lagi memisahkan. Demikian juga dengan keadaan pasangan suami istri yang terpisah oleh jarak yang membentang, mungkin karena alasan pekerjaan, tugas dinas, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan sesuatu yang berbeda.

LDR atau Long Distance Relationship tak bisa dihindari sering terjadi di antara kita. Jalinan cinta jarak jauh ini mewarnai kisah cinta umat manusia, meski tidak semua orang mengalaminya. Beberapa pasangan mungkin akan kesulitan membina hubungan cinta yang serius atau menjalani kehidupan rumah tangga dengan orang yang berada jauh dari kita. Mungkin terpisah gunung, lembah, laut, bahkan samudera. Jarak yang membentang memisahkan dua insan yang saling mencinta. 
Cinta pun terpendam dalam dada.

Jika jarak memisahkan, apakah itu menjadi penghalang bersatunya dua hati yang saling mencintai? Tentu tidak! Banyak pasangan yang telah membuktikan keseriusan cintanya, sehingga meskipun jarak memisahkan, meskipun hidup di pulau bahkan benua yang berbeda, mereka bisa memperjuangkan cintanya hingga ke pelaminan.

Kenapa mau dengan si dia yang jauh? Kenapa tidak dengan yang dekat saja (tempat tinggalnya)? Begitu pertanyaan yang sering saya dengar. Habis harus bagaimana lagi… ketemunya yang jauh, ☺☺☺.. Kalau hati sudah klik (cocok dan yakin) maka jarak yang jauh tidak akan menjadi masalah. Betul nggak?

Apakah tidak ada masalah jika kita membina hubungan cinta jarak jauh? Tentu banyak masalah yang akan timbul. Bertengkar, cemburu, curiga, kangen dsbnya, merupakan bumbu dalam sebuah proses menjalin hubungan yang serius. Bahkan kalau kangen bisa sampai demam karena tidak bisa langsung bertemu. Demam yang ini jelas sekali penyebabnya, yakni nyamuk malarindu. 

LDR bisa bertahan memang dengan mengandalkan kepercayaan. Percaya bahwa si dia akan setia dan sungguh-sungguh dalam menjalin hubungan sampai bisa bersatu. Itu semua bisa terjadi jika kita memiliki komitmen yang kuat dengan pasangan kita. Komitmen itu pun bisa terbentuk karena adanya cinta yang tulus, kesamaan tujuan ke depan dan saling pengertian. Pengertian akan keadaan masing-masing dan saling menerima apa adanya. Dan nantinya salah satu harus ada yang mau mengalah untuk meninggalkan kampung halaman, karena tidak mungkin setelah menikah tinggalnya di dua kota yang berjauhan secara bergantian.

Apa pun yang menjadi penghalang, jika kita dan si dia sudah memiliki tekad yang kuat untuk berjuang bersama membina rumah tangga dengan mengharap ridlo dan pertolongan-Nya, pasti semua bisa diatasi. Jika kita harus bertengkar karena salah paham, pasti tidak akan sampai berpisah. Untuk itu, komunikasi yang baik harus selalu dipelihara agar semua masalah yang ada bisa dibicarakan  dan dicarikan solusi bersama.

Yang tidak boleh kita lakukan adalah berkhianat! Ah, tapi kan si dia jauh…!!! Tidak mungkin tahu jika kita selingkuh. Dia mungkin tidak tahu, tapi Tuhan Maha Tahu. Kita mungkin bisa membohongi pasangan kita, tapi kita tidak mungkin bisa membohongi hati nurani kita sendiri. Apakah jika kita tidak jujur dengan pasangan kita, dia layak mencintai kita? Atau kita ini layak untuk dicintai? Menyakiti hati secara sengaja orang yang dengan tulus mencintai kita sangatlah tidak terpuji. Untuk itu, kejujuran masing-masing pasangan sangat dibutuhkan.

Ada hal lain yang juga sangat penting agar LDR itu bisa langgeng sampai ke jenjang pernikahan, yakni restu kedua belak pihak orang tua. Ini sangat penting karena akan menjadi dukungan moril yang utama, karena kita hidup saling berjauhan dengan pasangan kita yang tentunya berbeda adat, budaya, kebiasaan, dllsb. Jika dari awal saja orang tua tidak merestui, tentunya jarak yang jauh akan semakin jauh dan seakan tak akan pernah terjangkau.

LDR, meski jauh di mata, namun dekat di hati. “Itu yang namanya cinta”, demikian kata teman saya. Cinta memang tidak memandang jarak dan waktu. Paling tidak itu cinta sederhana yang bisa kita miliki. Cinta yang seolah bisa menembus batas ruang yang memisahkan dua hati. Cinta yang layak kita perjuangkan untuk kebahagiaan hidup di dunia ini, dan ladang untuk meraih kebahagiaan di akhirat nanti.

dedicate 2 my love..




Tuesday, 12 April 2016

aku atau kau


wirJO SOEMarto... Hidupmu adalah sungai yang terus mengalir. Dari hulu kelahiranmu, kamu mengalir menuju masa muda yang segar dan mengendarai arus kebahagiaan melewati masa-masa yang menakjubkan di bumi. Palung sungai penuh dengan kenangan indah dan pendar dari momen-momen yang tidak terlupakan. Di usia senjamu, kamu mengalir menuju danau yang tenang. Di sinilah kamu menemukan kedamaian dan matahari terbenam!