Tuesday, 24 October 2017

terima kasih

Ya Alloh..
Berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi semua cobaan yang aku hadapi selama ini..
Tuntunlah aku di jalan yang benar..
Dimana aku bisa melihat cahaya yang bisa memberiku pengetahuan untuk membuktikan.. 
Bahwa apa yang aku perjuangkan adalah hakku.. 
Dan kulakukan semua ini untuk anak-anakku..
Jadikanlah aku bapak yang kuat bagi anak-anakku..
Karena akulah yang mereka miliki..
Hapus air mataku ketika semuanya semakin sulit bagiku..
Bersihkan pikiranku untuk terus bergerak maju..
Dan bimbing kita ke arah yang benar adanya..
Dimana aku dan anak-anakku harus terus melangkah..
Terima kasih banyak untuk segala sesuatu dan setiap berkat yang kami terima dari-Mu..
Terima kasih untuk selalu melindungi kami dan untuk memberi kami kekuatan setiap hari..
(wirJO SOEMarto)

Tuesday, 17 October 2017

banGkit


Jangan takut untuk bangkit kembali..
Untuk mencoba lagi..
Mencintai lagi..
Hidup lagi..
Dan bermimpi lagi..
Jangan biarkan pelajaran hidup yang keras akan membuat hatimu beku..
Pelajaran hidup yang baik justru ada dimasa-masa terburuk dan dari kesalahan terburuk..
Ada saat segala sesuatu yang kita lakukan menjadi salah..
Dan merasa seperti terjebak dalam hal ini selamanya..
Tidak akan..
Kadang kita harus pergi melalui hal yang terburuk untuk datang pada yang terbaik..
(wirJO SOEMarto)


Saturday, 7 October 2017

PosiTive ThinkinG

Segala sesuatu yang kau lakukan didasarkan pada suatu keputusan yang telah engkau buat..
Bukan orang tuamu, masa lalu, pekerjaan, ekonomi, suasana ataupun usia anda yang akan kau salahkan..
Anda dan hanya andalah yang akan bertanggung jawab atas semua keputusan dan pilihan yang telah kau buat..
(wirJO SOEMarto)


Tuesday, 26 September 2017

sulit

Hmmmmm....!!!!
Kira-kira hanya itulah yang bisa keluar dari mulut Wiria..
Ternyata menjalin sebuah pertemanan itu memang sulit, (dalam benaknya) mudah bagi Wiria untuk mencari musuh..

Terlepas dari hakikat kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupan, jadi memang kita membutuhkan teman dalam kehidupan ini, tidak memiliki teman sama juga berarti kita tidak hidup.

Pertemanan juga bisa terjalin sangat khusus dengan seseorang seiring berjalannya waktu yang menjadikan dia sebagai sahabat. Seorang sahabat tidak akan membeda-bedakan agama, budaya, keturunan maupun golongan. Dia akan tulus menemani semampu yang dia bisa dan tidak akan pernah berpikir, bahwa hal itu akan menguntungkan atau merugikan bagi dirinya. Karena semuanya sudah tertanam di dalam hati, bukan hanya rasa kemanusiaan, bahkan bisa lebih.

Adakalanya teman yang ada disekeliling kita tidak suka dengan kepribadian kita, entah karena tidak suka melihat kita bahagia atau karena faktor yang lain, bahkan kadang juga ingin menjatuhkan. 

Jangan pernah berpikir untuk mencari musuh guna menunjukkan siapakah yang paling kuat. Salah besar..!!
Yang paling kuat adalah mereka yang memiliki banyak teman dan sedikit musuh. Dengan banyaknya teman kita akan mendapatkan hal-hal positif, beda kalau kita banyak musuh, kita akan mendapatkan banyak hal negatif.

Mari kita jadikan kita pribadi yang ikhlas menerima bahwa akan ada orang yang memusuhi kita, walaupun kita tidak memusuhinya...
(wirJO SOEMarto)

 
 

Tuesday, 19 September 2017

teman..

Menemukan teman yang baik tidaklah semudah apa yang kita bayangkan dan pikirkan. 
Terkadang kita harus rela dan mempunyai keberanian untuk melepas suatu hubungan pertemanan, sebelum hubungan itu melangkah ke arah yang lebih jauh.

Ada pertemanan yang hanya berjalan sesaat, maka dari itu pelajarilah dan ambil hikmah dari hubungan itu. 
Persahabatan sejati dibangun dengan dasar kasih, kepercayaan, kejujuran, keterbukaan dan semuanya membutuhkan proses yang memakan waktu tidak sebentar.

Pertemanan juga ada pasang surutnya. Menemukan teman sejati memang sulit, tetapi disaat kau menemukannya hidupmu akan terasa lebih baik bersama mereka.

Jadikanlah dirimu teman yang baik bagi teman anda. Pertemanan yang baik membutuhkan orang-orang yang baik pula, bukan hanya satu orang saja yang baik.. 
(wirJO SOEMarto


Thursday, 17 August 2017

2 tahun (late Post)

wirJO SOEMarto. Hari ini, 08 Agustus 2017, dua tahun sudah ayah meninggalkan kami.. Kepergian ayah adalah pelajaran tanpa kamus bagi kami.. Perenungan yang sangat panjang yang harus dipahami.. Karena kehidupan adalah suatu bukti bahwa kita harus bersyukur dan sabar..

Sekarang, tiba saatnya dua tahun kepergian ayah atas ijin Alloh SWT.. Aku dan keluarga juga tak pernah henti-hentinya untuk mengiringkan doa.. Kau pergi disaat aku belum membalas jasamu..Ya Alloh, dalam setiap doa ku selalu berharap, berikanlah tempat yang tenteram dan damai untuk ayahku di alam sana..

Surgamu ya Alloh..

We never stop love u..

 


 

Saturday, 29 July 2017

sinGle Parent..

(wirJO SOEMarto) Ini adalah sebuah kisah seorang bapak yang menjadi single parent, berusia 48 tahun.. Wirjo namanya..

Wirjo memang bukan orang kaya, tidak mempunyai perusahaan, tidak mempunyai mobil mewah, apalagi uang ? Tidak banyak uang yang Wirjo punya, jikapun ada hanya akan mengalir deras begitu saja, seperti air yang terus mengalir di sungai tiada hentinya. Tetapi Wirjo juga menyadari, kebahagiaan memang bukan diukur dari uang, meskipun banyak yang berkata dengan uang yang banyak hidup akan bahagia. Tujuan hidup Wirjo adalah memiliki kehidupan yang tenang, itu yang bisa membuat hidup Wirjo bahagia secara kasat mata. Meskipun dalam hati Wirjo berkata, hidupnya "RAPUH".

Anak-anak Wirjo tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang sempurna (menurut Wirjo tentunya), mereka tumbuh menjadi anak-anak yang pintar, cerdas, tampan dan cantik serta supel, dan yang membuat Wirjo tenang adalah, anak-anaknya bisa menerima kedaan Wirjo sebagai seorang single parent apa adanya, yang memiliki keterbatasan waktu dan kemampuan, dimana Wirjo juga harus berjuang menjadi seorang ibu bagi mereka.

Keterbatasan peran seorang ibu bagi Wirjo yang menjadi single parent, sangat dirasakan pada saat ini, terutama pada tumbuh kembang anak gadisnya, yang membutuhkan peran langsung dari seorang figur ibu.

Wirjo mengakui secara jujur, menjadi peran ganda (sebagai bapak sekaligus juga sebagai ibu) sangatlah berat. Belum lagi jika Wirjo menyaksikan tangisan si bungsu, Wirjo mencoba mengendalikan diri serta beranjak untuk memeluk erat. Tetapi apalah daya, tangisan si bungsu juga tak juga nampak reda, Wirjo pun tak tahu apalagi yang harus dilakukan, karena Wirjo tahu anak bungsunya menangis kesakitan karena kerinduan pada ibunya.

Hal inilah yang membuat Wirjo berat menjadi single parent, menghadapi situasi emosional sendirian, tanpa ada yang menopangnya 

Wirjo hanya bisa duduk terdiam, hanya bisa berucap dalam hati..
"Maafkanlah jika bapak tak bisa memerankan tokoh seorang ibu yang sempurna.."
"Maafkanlah..!!!!????"