Thursday, 17 August 2017

2 tahun (late Post)

wirJO SOEMarto. Hari ini, 08 Agustus 2017, dua tahun sudah ayah meninggalkan kami.. Kepergian ayah adalah pelajaran tanpa kamus bagi kami.. Perenungan yang sangat panjang yang harus dipahami.. Karena kehidupan adalah suatu bukti bahwa kita harus bersyukur dan sabar..

Sekarang, tiba saatnya dua tahun kepergian ayah atas ijin Alloh SWT.. Aku dan keluarga juga tak pernah henti-hentinya untuk mengiringkan doa.. Kau pergi disaat aku belum membalas jasamu..Ya Alloh, dalam setiap doa ku selalu berharap, berikanlah tempat yang tenteram dan damai untuk ayahku di alam sana..

Surgamu ya Alloh..

We never stop love u..

 


 

Saturday, 29 July 2017

sinGle Parent..

(wirJO SOEMarto) Ini adalah sebuah kisah seorang bapak yang menjadi single parent, berusia 48 tahun.. Wirjo namanya..

Wirjo memang bukan orang kaya, tidak mempunyai perusahaan, tidak mempunyai mobil mewah, apalagi uang ? Tidak banyak uang yang Wirjo punya, jikapun ada hanya akan mengalir deras begitu saja, seperti air yang terus mengalir di sungai tiada hentinya. Tetapi Wirjo juga menyadari, kebahagiaan memang bukan diukur dari uang, meskipun banyak yang berkata dengan uang yang banyak hidup akan bahagia. Tujuan hidup Wirjo adalah memiliki kehidupan yang tenang, itu yang bisa membuat hidup Wirjo bahagia secara kasat mata. Meskipun dalam hati Wirjo berkata, hidupnya "RAPUH".

Anak-anak Wirjo tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang sempurna (menurut Wirjo tentunya), mereka tumbuh menjadi anak-anak yang pintar, cerdas, tampan dan cantik serta supel, dan yang membuat Wirjo tenang adalah, anak-anaknya bisa menerima kedaan Wirjo sebagai seorang single parent apa adanya, yang memiliki keterbatasan waktu dan kemampuan, dimana Wirjo juga harus berjuang menjadi seorang ibu bagi mereka.

Keterbatasan peran seorang ibu bagi Wirjo yang menjadi single parent, sangat dirasakan pada saat ini, terutama pada tumbuh kembang anak gadisnya, yang membutuhkan peran langsung dari seorang figur ibu.

Wirjo mengakui secara jujur, menjadi peran ganda (sebagai bapak sekaligus juga sebagai ibu) sangatlah berat. Belum lagi jika Wirjo menyaksikan tangisan si bungsu, Wirjo mencoba mengendalikan diri serta beranjak untuk memeluk erat. Tetapi apalah daya, tangisan si bungsu juga tak juga nampak reda, Wirjo pun tak tahu apalagi yang harus dilakukan, karena Wirjo tahu anak bungsunya menangis kesakitan karena kerinduan pada ibunya.

Hal inilah yang membuat Wirjo berat menjadi single parent, menghadapi situasi emosional sendirian, tanpa ada yang menopangnya 

Wirjo hanya bisa duduk terdiam, hanya bisa berucap dalam hati..
"Maafkanlah jika bapak tak bisa memerankan tokoh seorang ibu yang sempurna.."
"Maafkanlah..!!!!????"


Thursday, 27 April 2017

SUGIH LAN MELARAT..

Mangkat ngiring temanten wae wis ketok bedo..
Ibu-ibu nek ngiringi temanten iyo di bedak-bedakke, sing sugih bolo sugih, sing melarat yo di kelumpukke karo melarate..
 
Sing sugih-sugih di tumpakke mobil sing apik-apik, mobil mewah-mewah, bangsane mobil Jenio, Pajero, Hamer, Lenkruser, Portuner, Penter, Inova, Avansa, Senia, Merci, Epivi, Cervi, Terios, Rus, Honda Jes, iku sing sugih-sugih..
Sing numpak mba Sinta, mba Widia, mba Yanti, mba Tuti, mba Mike, mba Ema, mba Erna, mba Tasya, mba Sindi, mba Alda, mba Risma, mba Siska, mba Susi, mba Lili..
Tapi yen balanne Sundari, Ratemi, Supiah, Tasmining, Rumijah, Paenah, Katoyah, Sumiati, Sumiatun yo mung nganggo kol bak (kol bukaan) iku tumpakane, yen perlu diusungi nganggo Tossa (motor roda 3 seng mburi ono bak'e).

Pancen ora podo..

Sangune wae ora podo, sing sugih-sugih numpak mobil mewah, sangune yo enak-enak.. 
Buah Pir, Apel, Jeruk, Duren, Duku, Kelengkeng, Anggur..
Ngombene yo Fanta, Koka-kola, Sprait, Maison karo Pokari swit.. 
Iku wong sugih.. 
La sing melarat-melarat numpak kol bak sangune yo Ote-ote, Onde-onde, Lemper, Gedang goreng, Tahu isi, Tempe gembos, Lomboke uakeh.. 
Ngombene Es Teh diwadahi plastik, taleni cokot pojokane..

Tekan pangggonane temanten yo bedo..
Sing mudhun soko mobil apik yo ketok gandes, luwes, lemes, pantes, pancen wong sugih.. 
Mudhun nganggo sandal jinjit dowo koyo artis, dengkule di ciutke, bokonge di jentitke, susune di unjukke (menthek-menthek), gelungane rambut guede podo koyo bane mobil Praoto..
Mudhun nyangklong tas karo nyekeli dompet, mlakune tit.. njentit.. njentit..njentit.. njentit..
Mlaku karo pamer gelang nganti iso muni gelange krimpying.. krimpying.. krimpying.., gela-gelo, lambene mencap-mencep..

La sing melarat..
Mudhun soko kol bak wis ora rupo manungso, lambene nyonyor kabeh, mergo entek ote-ote enem lomboke pat likur, mongah-mongah lambene njedir kabeh, jontor dewe-dewe..
Rambute mosak-masik keno angin, keringet meruntus drodosan sesek-sesekan ono duwur kol bak..
Celake ndelewer tekan pipi, lipstik munggah nyang mripat..
Mudhun soko kol bak sandal jepit nganti iso kleru, sing tengen sandale rupane abang, sing kiwe rupane kuning.. 
Ngono wae isih dikongkon nyangking kerdus..☺☺☺
(wirJO SOEMarto)

 

Tuesday, 4 April 2017


(wirJO SOEMarto) Dalam setiap KEPERCAYAAN sudah dipastikan mengajarkan untuk saling berbagi..
Mulai pagi ini, dari mulai bangun dari tempat tidur..
Menatap pagi yang penuh dengan rahmat nikmat UDARA yang kita hirup dan kepada raga yg kita gunakan untuk beraktifitas..

"TERSENYUMLAH SEIHKLASNYA"

Disaat mulai melakukan kegiatan..
Barengi DOA DOA TERBAIKMU dengan senyum seikhlasnya..
Agar aura POSITIF kita terpancar dari segala sudut wajah manis mu..

"KEEP SMILE IN DAY"

Bekal senyuman dari dompet hatimu..
Mudah-mudahan amalan yang seikhlasnya ini dapat membawa keberkahan pada diri kita dan lingkungan kita..

Amien3 YRA..


 

Sunday, 22 January 2017

elinGo..



Pahamono..

Jika yang kita kehendaki, kita MILIKI, darimana belajar IKHLAS..
Jika yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana belajar SABAR..
Jika setiap do’a DIKABULKAN, bagaimana belajar IKHTIAR..

Eling..

Orang yang DEKAT dengan ALLAH, bukan berarti tak ber-AIR MATA..
Orang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tak KEKURANGAN..
Orang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tak ada masa-masa SULIT..
Biar ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH tahu waktu yang tepat untuk memberi yang TERBAIK..
(wirJO SOEMarto)

 

Saturday, 19 November 2016

menGapa harus ada sahabat

wirJO SOEMarto. Sahabat/teman kita datang ke kehidupan kita untuk meringankan pekerjaan kita, mempercepat sebuah tugas, berduka bersama, ataupun bersuka bersama. Mereka datang untuk kita pada saat kita sedang mempunyai masalah, mengajari kita dan membimbing kita dalam menghadapi masalah kita. Sahabat yang baik tidak pernah meminta imbalan apapun, meskipun kita terus menyusahkan mereka. Merekapun rela melakukan hal apapun demi temannya/sahabatnya. Namun biasanya jika masalah kita sudah selesai anda melupakan saja sahabat yang sudah berjasa kepada kita. Mungkin beberapa dapat menerima kenyataan pahit itu. Tetapi beberapa tidak seperti itu. Sahabat yang baik pastinya tidak akan mengingat kelakuan buruk temannya. Jika kita sahabat yang baik janganlah melihat sahabat kita dari sisi negatif. Semakin melihat dan memperluas sisi negatifnya. Kita bukan semakin sayang kepadanya melainkan membencinya. Jadi lihatlah seseorang teman dari sisi baiknya. Sejelek apapun sifatnya, senakal apapun sifatnya, pasti mereka berjasa dan kita harus berterima kasih kepada mereka. Akan lebih baik kita harus menyadarkannya supaya kembali ke jalan yang benar. Setelah teman atau sahabat kita membantu kita, alangkah baiknya kita memberikan nasihat - nasihat, pendapat, maupun berbagi apapun terhadap sahabat kita. Karena semua ada gilirannya. Namun semuanya harus dengan tulus, sungguh - sungguh, dan rela. (Jika ketiga itu tidak ada lebih baik jangan berbagi karena itu hanya keterpaksaan) Meskipun saya tahu bahwa memilih dan berteman dengan teman yang memang sifatnya yang agak sedikit ke arah negatif susah.  Namun bila kita tetap berusaha dan semangat, kita dapat merubah mereka yang sifatnya negatif ke positif. Mencintai seluruh teman dengan pembagian yang sama itu susah kawan. Kadang yang menurut kita dia itu teman tidak berguna pada saat itu, jika kita menoleh ke belakang kita tidak sadar akan kebaikannya di masa lalu. Kita sebelum bertindak dan menghakimi teman atau sahabat kita, kita harus melihat masa lampau mereka terhadap kita. Perlu saya tekankan kita juga harus berpikir jangka panjang. Jika kita berpikir jangka pendek fatal akibatnya. Apalagi menyangkut teman atau sahabat kita. Teman atau sahabat kita akan kecewa dan sedih, mungkin juga akan dendam terhadap kita. Kecuali di dalam pengadilan teman kita adalah tersangkanya dan kita adalah saksinya, jika kita bersaksi palsu, dan menguntungkan teman kita tetapi tidak untuk kita. Kita telah rela membuat kita sendiri terjerat hukum dan mendapat hukuman. Sahabat kita seharusnya berterima kasih terhadap kita, namun kita tidak boleh meminta imbalan. Itu perbuatan tidak baik. Biarkan saja berlalu. Tapi, jika kita bersaksi benar dan merugikan teman kita, berarti kita berjalan di atas hukum pengadilan yang benar, seharusnya teman kita tidak dendam kepada kita karena teman kitalah yang harus bertanya kepada dirinya sendiri mengapa dia melakukan itu. Namun pilihan ada di tangan kita sendiri.
 
Sebenarnya kita berteman sesuai apa yang sudah ditakdirkan, kita tidak dapat hidup sendiri. Jika kita hidup sendiri itu sama sekali fakta yang salah. Saya pasti akan menanyakan kepada orang tersebut. Apakah anda tidak tahu bahwa ada yang mengikuti kita setiap hari dan memberikan solusi setiap hari? Meskipun Dia tidak kelihatan, namun kita mengetahui bahwa Dia ada di sisi kita. Tahukah anda siapa Dia? Dia adalah pencipta alam semesta ini.

 

Wednesday, 9 November 2016

tersenYum..

Banyaknya persoalan akan membuat kita lupa tersenyum dengan ikhlas..
Waktu terus berlalu..
Berapa banyak energi negatif yang kita keluarkan..
Kesedihan membuat kita melupakan senyuman haru..
Untuk menghindari terlarut dalam kesedihan..
Coba untuk bertahan..
Walau berat..
Tetaplah tersenyum..
Kejarlah segera ketinggalan amalan yang mudah tapi berat..
Tersenyum..
(wirJO SOEMarto)